Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Tetesan >
 
Kualitas Pribadi
 
Oleh: Lisa
 
Seringkali seorang pengamat atau krikitus sangat canggih dan tepat ketika diminta memberikan komentar-komentar. Akan tetapi, ketika pengamat atau kritikus itu mendapat kesempatan untuk menjadi pelaku di bidang yang biasa dia kritisi, ternyata hasilnya berbeda dengan ketika dia diminta komentarnya. Ketika menjadi seorang pelaku ternyata pengamat itu menjadi bodoh dan serba canggung. Hal itu terjadi dalam berbagai bidang baik ekonomi, politik, seni, maupun agama dan spiritual.
 
Dalam agama sering kita menonton tokoh-tokoh agama saling gontok-gontokan, saling memfitnah, saling menjatuhkan, saling menghujat, sangat jauh antara praktek dengan ajaran-ajaran yang diyakininya. Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan karena para pemuka agama itu sebagai pengkhotbah teoritis, biasanya yang dilihat hanya permukaan dari suatu masalah atau dari salah satu sudut pandang saja. Padahal tidak ada masalah di dunia ini yang terjadi karena satu aspek saja, semua masalah yang timbul pasti merupakan akumulasi dari suatu proses. Di samping itu posisi sebagai pemain sangat berbeda dengan pengamat, oleh karena itu begitu kita terjun sebagai pemain, maka kita akan menemukan keterbatasan-keterbatasan yang seringkali tidak dapat diungkap keluar.
 
Dan yang paling penting adalah sebagai pengamat tidak terlibat secara emosi dengan masalah yang dihadapi, ataupun dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Berbeda dengan seorang pengamat, maka seorang pemain langsung terlibat secara emosi di dalam pusaran masalah sehingga mau tidak mau perasaan ikut terlibat. Perasaan-perasaan itu ada yang positif ataupun negatif. Perasaan yang positif, misalnya: welas asih, ketulusan, kepekaan, optimisme, praduga baik. Akan tetapi bisa juga perasaan negatif, misalnya: iri hati, serakah, kebencian, egoisme.
 
Sebagai pemain otomatis sangat rentan untuk terlibat dalam kepentingan-kepentingan, apabila kepentingan ini menjadi semakin kental dan sudah meleceng dari tujuan awal maka hal tersebut selalu menjadi pokok pangkal timbulnya masalah-masalah.
 
Agar bisa membebaskan diri dari perbuatan-perbuatan bodoh ketika sebagai pelaku, maka harus selalu berusaha meningkatkan 'kualitas pribadi' masing-masing. Kualitas pribadi itu harus selalu diasah, dipertajam, dan ditingkatkan mutunya.
 
Seorang yang memiliki kualitas pribadi yang tinggi akan berbeda dengan yang rendah mutu pribadinya. Hal ini terlihat pada saat menghadapi masalah. Seseorang yang mempunyai kualitas pribadi yang tinggi akan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dengan mudah, santai, tuntas, dan memakai cara-cara yang elegan. Sebaliknya seseorang yang rendah kualitas pribadinya jika menghadapi suatu masalah akan kesulitan menyelesaikan masalahnya, kalaupun diselesaikan selalu dengan cara-cara yang tidak mulus dan sering sekali malah menimbukan masalah baru, serta penyelesaiannya tidak jarang melibatkan kadar emosional yang tinggi.
 
Agar dapat meningkatkan kualitas pribadi, maka ada tiga hal yang harus senantiasa ditingkatkan, yaitu:
  1. Selalu berusaha meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kecerdikan, dan akal sehat, serta tidak lupa selalu berusaha mengembangkan daya analisis yang akurat.
  2. Selalu berusaha menjaga dan meningkatkan kedewasaan emosi dan selalu mampu untuk bersikap bijaksana.
  3. Selalu berusaha meningkatkan moral, dan mental yang lebih baik.
Guna meningkatkan tiga hal tersebut, maka harus banyak membaca buku-buku yang bermanfaat, berdiskusi dengan menggunakan nalar dan akal sehat, dan setiap saat selalu berusaha menambah pengetahuan yang dimiliki.
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.