Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Tetesan >
 
Jangan Dewasakan Orang Lain, Dewasakanlah Diri Sendiri
 
Oleh: Flyming Lika
 
Sering kita lihat / dengar bahwa seseorang mencoba menggurui yang lainnya "Kamu ini kurang dewasa!", dsb. Terkadang sampai memaksakan kehendaknya. Kalau itu adalah terjadi pada suatu organisasi Militer maka kita akan maklum. Kalau itu terjadi pada perusahaan, antara atasan dan bawahan, untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, ya..... sah sah saja.
 
Ternyata, sering kali kita sulit membedakan mana itu "Garis Komando" pada suatu organisasi "Resmi" dan mana itu "Non Resmi" (Disini kami pakai istilah "Non Resmi"untuk membatasi diri pada organisasi-organisasi sosial dan lain sebagainya dimana tidak / bukan garis komando seperti militer yang diterapkan).
 

Perlu mengenal karakter diri:
  • Siapa sebenarnya aku (diri kita)?
  • Bagaimana sifatku?
  • Bagaimana tindakanku selama ini terhadap lingkungan sekitarku?
  • Bagaimana sikapku, terutama pada situasi yang tidak menguntungkan diriku / pada posisi terjepit?
  • Apakah aku termasuk manusia pemaksa kehendak?
  • Dan seterusnya!
Pertanyaan pertanyaan ini semua perlu direnumgkan dengan seksama dan dibandingkan dengan figure ideal yang pernah diidamkan (figure yang dikagumi).
 

Figure / sosok ideal:
 
Masing masing individu pasti punya sosok ideal yang diidamkan. Ini berpulang pada lingkungan masa kecilnya, pola didik yang didapat masa remajanya, pergaulan masa dewasanya, ditambah kemauan untuk berubah / merubah diri menuju sosok diri yang diidamkan. Didalam kita Siu Tao ( ), kita dituntut agar bisa Siu Cen (lurus), selalu Siu Sing Yang Sin dan menjadi manusia seutuhnya, menuju Cen San Mei (Sempurna abadi).
 
Begitu luas dan agungnya "Sosok ideal" tersebut, terasa sulit untuk merubah diri menuju "Sempurna abadi" tersebut.
  • Perlunya hati yang bening dan pikiran yang jernih (modal utama)
  • Mau berubah sikap yang selalu dibawa
  • Selalu Siu Sin Yang Sin (tindakan yang selalu menggunakan Wu)
  • Berlatih, bergaul, bekerja; berdoa dan beramal selalu dijalankan / dikerjakan (Siaw You Ce Cai) dan Optimis selalu
  • Mendahulukan orang lain ketimbang diri sendiri
  • Tegas, Welas Asih dan sabar ditambah intelektual yang cukup, sebagai tampilan diri dalam masyarakat
Dengan proses yang berkesinambungan dari waktu kewaktu maka niscaya kita menuju "manusia seutuhnya".
 
"Janganlah mengaku bahwa diriku telah dewasa. Tetapi pastikan bahwa orang lain mengenal diriku cukup dewasa"
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.