Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Pengenalan >
 
Delapan Anjuran "Yang Perlu Dikurangi"
 
Oleh: The Sie Bien & Lie Ming Sen
 
Delapan hal yang perlu dikurangi apabila anda menginginkan hasil yang lebih baik dalam Tao () anda, yaitu:
  1. Kurangi iri hati.
    Iri hati merupakan beban untuk diri sendiri dan biasanya akan menjadi tindakan yang merusak. Sifat ini perlu dihilangkan.
     
  2. Kurangi kritik.
    Banyak orang yang tidak suka dikritik, apalagi kritikan dilontarkan dimuka umum secara menyerang. Menahan diri dan mencari jalan keluar yang lebih bijaksana adalah cara untuk menggantikan kritik kepada orang lain.
     
  3. Kurangi menonjolkan diri.
    Menonjolkan diri akan menuju kesombongan. Seolah-olah "hanya ada aku, tidak ada kamu".
     
  4. Kurangi dendam.
    Dendam juga merupakan beban diri sendiri. Apalagi diterapkan pada hal-hal kecil. Diri kita akan dikucilkan dari pergaulan, tidak memiliki teman, dan akan merusak diri sendiri.
     
  5. Kurangi perhitungan.
    Kalau kita dalam bertindak selalu menghitung untung rugi sampai hal-hal yang kecil, maka bagaimana kita dapat belajar Tao? Belajar Tao () memerlukan lapang dada, menyederhanakan sikap dan tindakan dalam kehidupan tetapi tetap mempunyai prinsip.
     
  6. Kurangi usil.
    Usil atau iseng sering kali menjadi malapetaka, menyebabkan persahabatan retak dan kehidupan menjadi tidak harmonis.
     
  7. Kurangi kemenangan diri.
    Pada umumnya orang masih terbelenggu dengan harta dan nama. Bila dirinya selalu ingin menang, ini berarti mencari nama dan seolah-olah dia itu yang paling hebat, maka sebenarnya dia masih dalam tahap awal belajar Tao (), yaitu "Ada aku, tidak ada kamu".
     
  8. Kurangi menganggap diri paling benar.
    Biasanya kalau menganggap dirinya paling benar, berarti dirinya paling pandai, dan orang lain salah dan bodoh. Orang yang merasa dirinya paling benar atau paling pandai sebenarnya adalah orang yang paling bodoh, atau dengan kata lain disanalah letak kebodohannya dengan menonjolkan dirinya paling benar. Orang tersebut masih dalam tahap "Ada aku, tidak ada kamu".
Dengan mengurangi sikap buruk anda sedikit demi sedikit, maka akan mengubah sikap dari "Ada aku, tidak ada kamu", menjadi "Ada aku, baru ada kamu", dan selanjutnya menjadi "Ada kamu, baru ada aku".
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.