|
|
Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian > Li Tieguai Bertobat Oleh: Cinthia Li Tieguai memiliki nama asli Li Xuan dan hidup pada masa Dinasti Sui. Meskipun merupakan keluarga miskin, keluarga Li adalah keluarga yang bahagia. Suatu saat terjadi kemarau panjang, sehingga membuat panen gagal. Karena panen terus menerus gagal, maka keluarga Li mulai kekurangan bahan makanan. Dalam keputusasaan, ayah Li bunuh diri dan meninggalkan Li bersama ibunya dalam kesusahan. Sang ibu menjadi buta karena terlalu banyak menangis. Li Tieguai merasa tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa, sehingga jalan satu-satunya yang dapat dilakukan hanyalah mengemis. Suatu hari saat ia sedang mengemis, Li melihat sekeranjang wortel tertinggal di luar rumah seseorang. Li memutuskan untuk mengambil sebagian dari wortel tersebut, dan ia beruntung karena tidak ada yang mengetahui. Lama kelamaan mencuri menjadi kebiasaan Li. Sehingga suatu hari Li Tieguai tertangkap basah. Orang-orang mulai melihat dengan pandangan curiga terhadap Li, dan saudara-saudaranya menutup pintu setiap Li datang. Suatu malam, Li menyelinap masuk ke rumah orang dan mencuri wajan di rumah tersebut. Pada saat ia sedang berlari, tiba-tiba muncul satu sosok orang tua yang menghalangi. Li melempar wajan itu dan mencoba melarikan diri, namun kalah tangkas sehingga berhasil ditangkap. Li memohon ampun kepada orang tersebut dan mengatakan bahwa hidupnya sangat susah dan terpaksa mencuri. Orang tua itu memberi nasehat kepada Li bahwa meskipun dirinya miskin, namun masih memiliki wajan yang bisa digunakan untuk memasak, sedangkan bila Li mencuri wajan dari rumah orang maka mereka tidak dapat memasak. Orang itu juga menasehati Li agar merubah sifatnya dan meninggalkan kebiasaan mencuri. Li Tieguai akhirnya tersadar atas segala perbuatan jahat yang dilakukannya, dan bertobat. Orang tua itu menyuruh Li mengembalikan wajan tersebut, dan setelah itu Li menemui orang tua itu lagi yang masih menunggu di tempat semula. Li memohon agar orang tua itu bersedia menunjukkan jalan kebenaran dan membimbingnya. Orang tua itu memberi Li sebuah labu obat dan berkata bahwa labu itu adalah labu ajaib, obat di dalam labu tersebut dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Orang tua itu menganjurkan agar Li bersedia menolong orang-orang dengan labu tersebut. Lalu orang tua itu pun lenyap. Sejak saat itu Li Tieguai selalu membawa labunya untuk membantu menyembuhkan orang sakit. Akhirnya, Li mulai mendalami Tao. Suatu hari, Lao Zi / Lao Tze ( ) dan Guru Wan Qiu datang dan membimbing Li untuk mencapai ajaran Tao yang tertinggi. |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber. Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved. |