Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian >
 
Lan Caihe dan Jembatan Batu Giok
 
Oleh: Cinthia
 
Lan Caihe biasa mengenakan baju tebal pada musim panas dan baju tipis pada musim dingin. Sepanjang tahun ia berkelana mengelilingi negeri tanpa mengenakan alas kaki.
 
Pada suatu hari di musim dingin, Lan Caihe berada di Sungai Giok di Nanyue.
 
Tiba-tiba badai salju turun.
 
Karena hari telah gelap, maka Lan Caihe memutuskan untuk bermalam di luar sebuah penginapan.
 
Keesokan harinya, sang pemilik penginapan dan anaknya membuka pintu penginapan dan melihat seorang laki-laki tidur di luar, tubuh tertutup dengan salju.
 
Dengan cepat, laki-laki itu dibawa masuk dan diletakkan dekat perapian.
 
Sang pemilik penginapan lalu membawa makanan hangat kepada laki-laki itu, Lan Caihe.
 
Lan Caihe tidak bersedia makan, tetapi ia meminta arak anggur.
 
Anak pemilik penginapan itu minum anggur dengan Lan Caihe.
 
"Namaku Lan Caihe, kamu siapa?", tanya Lan Caihe.
 
"Ayahku Zhu Xiang. Dia memanggilku Zhu Zi", kata sang anak pemilik penginapan.
 
Sesudah minum arak, tanpa membayar atau pun mengucapkan terima kasih, Lan Caihe pergi. Zhu Zi mengikutinya untuk melihat Lan Caihe menepuk-nepuk papan giok dan bernyanyi di jalanan.
 
"Apa yang dapat diberikan kepada nyanyian Lan Caihe? Orang-orang dahulu pergi dan tidak kembali, tetapi sekarang mereka datang berbondong-bondong....."
 
Penampilan dan suara yang bagus membuat Lan Caihe banyak menerima uang.
 
Saat hari mulai gelap, Lan Caihe bersama Zhu Zi pulang menuju penginapan.
 
Dalam perjalanan, Lan Caihe melihat Zhu Zi bermain sembunyi-sembunyian bersama anak-anak kecil.
 
Tiba-tiba ibu dari anak-anak kecil itu datang dan marah kepada anaknya sambil mengatakan bahwa mereka tidak boleh bermain bersama Zhu Zi atau nanti akan menjadi bodoh seperti Zhu Zi.
 
Ternyata, penduduk desa tidak mau bergaul dengan Zhu Zi, yang terbelakang, karena mereka takut tertular.
 
Pada malam hari sesampainya di penginapan, Lan Caihe membayar arak yang telah diminumnya kepada Zhu Xiang, pemilik penginapan. Namun Zhu Xiang tidak mau menerima uang itu. Bahkan ia menganjurkan agar Lan Caihe membeli baju hangat untuk musim dingin.
 
Lan Caihe tidak sungkan-sungkan minum sekendi arak setiap hari tanpa membayar. Siang hari ia mengadakan pertunjukan menyanyi di jalanan dan malam harinya menginap di penginapan itu.
 
Enam bulan telah berlalu, Lan Caihe, Zhu Xiang dan Zhu Zi menjadi teman dekat.
 
Pada suatu hari Inspektur Jenderal Propinsi Hunan menerima pengumuman resmi bahwa Kaisar akan datang mengunjungi Nanyue.
 
Untuk menjamin agar perjalanan Kaisar menyenangkan, Inspektur Jenderal itu memeriksa jalan-jalan menuju Nanyue. Dilihatnya jembatan Sungai Giok terlalu sempit. Ia memerintahkan Pejabat Daerah membuat jembatan yang cukup lebar agar kereta kuda bisa lewat dalam waktu satu bulan.
 
Karena waktu yang tersedia sangat singkat, maka sang pejabat daerah sendiri yang memimpin pembuatan jembatan itu.
 
Anehnya, jembatan yang telah dibangun sehari penuh lenyap pada malam harinya.
 
Pejabat daerah itu membangun lagi dan telah berusaha dengan segala cara, namun hal yang sama selalu terjadi, jembatan itu lenyap. Bagaimanapun sang pejabat daerah mencoba, jembatan itu selalu lenyap pada malam harinya.
 
Sang pejabat daerah tidak memiliki pilihan lagi sehingga menawarkan hadiah kepada siapa saja yang dapat melaksanakan tugas itu.
 
Namun tidak ada yang menanggapinya, karena kejadian jembatan yang hilang itu sangat aneh.
 
Pada hari ke-3 seseorang menerima tantangan itu, Zhu Zi. Penduduk desa sangat terkejut.
 
Saat Zhu Xiang sedang sibuk bekerja di penginapan, beberapa perwira militer datang untuk menagih janji Zhu Zi, membangun jembatan itu. Dengan terkejut Zhu Zi menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima tantangan itu. Tetapi perwira militer itu melihat sendiri Zhu Zi yang mengambilnya.
 
Pada malam harinya, Lan Caihe pulang dan memberitahu Zhu Xiang dan Zhu Zi bahwa dirinya telah menyamar sebagai Zhu Zi untuk menerima tantangan membuat jembatan.
 
"Membangun jembatan bukan masalah kecil. Jika gagal bisa dihukum mati", keluh Zhu Xiang.
 
Lan Caihe membujuk mereka agar tidak perlu cemas.
 
Lan Caihe lalu memercikkan secawan arak ke dinding dan muncul rancangan gambar jembatan di dinding.
 
Lan mengatakan bahwa jembatan yang telah dibuat sang pejabat daerah selalu dimakan oleh raksasa yang hidup di Sungai Giok. Dan Lan Caihe bersedia membantu Zhu Zi untuk menyingkirkan raksasa tersebut pada malam hari itu juga.
 
Lan Caihe lalu pergi ke Sungai Giok dan membakar kertas jimat di atas sebuah batu besar. Dalam sekejap batu itu telah membara.
 
Lan kemudian melempar batu yang membara itu ke sungai. Seperti yang dikatakan, tiba-tiba muncul binatang raksasa yang langsung menelan batu itu.
 
Karena menelan batu yang membara, perut binatang itu langsung terbakar. Dan binatang raksasa itu berubah kembali ke bentuk aslinya, seekor ikan lele yang besar.
 
Barulah Zhu Xiang dan Zhu Zi menyadari bahwa Lan Caihe adalah seorang Dewa.
 
Keesokan harinya, Zhu Zi membangun jembatan sesuai dengan rancangan Lan Caihe.
 
Setelah pekerjaan selesai, Zhu Zi mulai cemas karena ia tidak bisa mendapatkan batu yang besar untuk diletakkan diatas jembatan.
 
Diam-diam Lan Caihe membantu Zhu Zi, ia mengambil satu papan gioknya.
 
Papan giok itu mengembang sebesar jembatan, sehingga jembatan yang ada menjadi sebuah jembatan yang sangat indah.
 
Setelah itu, Lan Caihe menghilang.
 
Sejak saat itu, pandangan penduduk desa terhadap Zhu Zi berubah.
 
Karena jembatan itu terbuat dari batu giok, maka jembatan itu dikenal sebagai "Jembatan Batu Giok".
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.