Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian >
 
Keindahan Suara Suling
 
Oleh: Cinthia
 
Orang tua Han Xiangzi meninggal dunia ketika ia masih kecil, dan sejak saat itu ia hidup bersama pamannya, Han Yu, seorang menteri pada pemerintahan Kaisar Hsing Tung dari Dinasti Tang.
 
Pada umur delapan tahun Han Xiangzi dapat menyusun syair. Berhasil lulus ujian kerajaan dengan peringkat kedua tertinggi pada umur enam belas tahun.
 
Suatu saat, Han Yu menyinggung perasaan Kaisar sehingga ia diasingkan ke Chaozhou, sebuah tempat terpencil dan miskin.
 
Pada malam hari, tempat itu sangat sunyi dan sepi.
 
Melihat keadaan yang penuh ketidakpastian dalam kehidupan, Han Xiangzi sering pergi ke daerah sekitarnya dan mengamati dirinya sendiri.
 
Han Xiangzi menghabiskan waktu dengan main suling bambu. Terkadang ia juga menghabiskan waktu dengan minum teh atau anggur bersama orang-orang berbakat.
 
Suatu hari, Han Xiangzi pergi ke Sungai Lijiang dan melihat seorang tua memainkan sulingnya.
 
Suara sulingnya halus dan indah. Han Xiangzi sangat kagum akan permainan suling orang tua tersebut.
 
Dalam kegembiraan, Han Xiangzi memainkan sebuah lagu dengan sulingnya.
 
"Anak muda, bersediakah anda bertanding denganku? Mari kita mencoba siapa yang berhasil menarik Suling Dewa.", kata orang tua itu.
 
"Suling Dewa?", guman Han Xiangzi.
 
"Itu adalah pekerjaan sulit. Aku telah menghabiskan seluruh hidupku untuk bermain suling dan tetap tidak berhasil membuat Suling Dewa itu muncul dari dasar sungai ini", tambah orang tua itu.
 
"Apakah Suling Dewa itu? Siapa yang menjatuhkannya ke sungai?", tanya Han Xiangzi.
 
"Seorang Dewi menjatuhkannya ke sungai. Siapa yang dapat memainkan musik surga maka akan membuatnya muncul", jawab orang tua itu.
 
"Jika begitu, saya akan mencobanya", kata Han Xiangzi.
 
Han Xiangzi lalu memainkan sebuah lagu kesayangannya.
 
"Itu tidak akan berhasil. Mana mungkin menggerakkan Suling Dewa", kata orang tua itu sambil pergi mendayung perahunya.
 
"Apa yang harus kulakukan?", tanya Han Xiangzi.
 
"Kamu pergilah mencari guru yang benar-benar bagus", jawab orang tua itu.
 
Han Xiangzi lalu pergi dari rumah pamannya dan mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya.
 
Pada suatu hari, dari kejauhan Han Xiangzi mendengar seseorang memainkan sulingnya dengan indah dan merdu.
 
Ia lalu mencari sumber suara itu.
 
Ternyata seorang gadis sedang asyik memainkan sulingnya sehingga tidak menyadari kehadiran Han Xiangzi.
 
Tiba-tiba saja Han Xiangzi pusing dan jatuh pingsan. Suara jatuhnya Han Xiangzi membuat sang gadis sadar akan kehadiran seseorang di dekatnya.
 
Melihat seorang yang pingsan, gadis itu kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.
 
Untung ayah gadis itu datang tidak lama kemudian.
 
Ternyata Han Xiangzi pingsan karena kelaparan.
 
Dibawanya Han Xiangzi ke rumah mereka. Setelah beristirahat, Han Xiangzi dapat sehat kembali.
 
Han Xiangzi sering mendengar permainan suling dari sang gadis, Lin Ying namanya.
 
Han Xiangzi tinggal bersama keluarga Lin selama setengah bulan. Mereka berteman baik, dan selama itu Han Xiangzi menaruh hati kepada Lin Ying.
 
Akhirnya Han Xiangzi menyatakan perasaannya kepada Lin Ying. Tetapi cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan, karena sebenarnya Lin Ying telah memiliki seorang kekasih yang sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat.
 
Mengetahui hal itu, Han Xiangzi sangat sedih dan menulis sebuah syair menggambarkan duka dan kecewa yang dialaminya.
 
Lalu Han Xiangzi pergi ke Sungai Lijiang dan memainkan suling untuk mengungkapkan kesedihannya.
 
Ternyata pada saat Han Xiangzi sedang memainkan suling, tanpa diketahui oleh Han Xiangzi, orang tua yang dahulu ditemuinya ada juga disana.
 
"Permainan suling ini sangat menyentuh. Aku tidak pernah mendengar permainan suling yang begitu mengharukan seperti saat ini", kata sang orang tua itu dalam hati.
 
Tiba-tiba muncul sinar yang menyilaukan dari dasar sungai, dan tidak beberapa lama kemudian muncul sebuah suling dari dasar sungai, Suling Dewa.
 
"Selamat. Anda berhasil mendapatkan Suling Dewa", puji sang orang tua kepada Han Xiangzi.
 
Di kemudian hari, Han Xiangzi mulai mendalami ajaran Tao.
 
Akhirnya Han Xiangzi dapat mencapai keabadian.
 
Dan Suling Dewa menjadi teman setia Han Xiangzi.
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.