Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian >
 
He Xiangu Tidak Mematuhi Perintah
 
Oleh: Cinthia
 
Ketika Wu Zetian menjadi ratu, ia mencari obat panjang umur.
 
Menteri yang paling dekat dengannya, Li Cheng, memberitahu, "Tuanku, ada Dewi bernama He Xiangu yang bermukim di kota Zeng, Propinsi Guangdong. Ia selalu memetik tumbuhan obat-obatan di gunung-gunung. Cobalah meminta pertolongan kepadanya."
 
Wu sangat gembira mengetahui hal itu, ia lalu mengirim Li ke Guangdong untuk memanggil Dewi He.
 
Dengan memanfaatkan kedudukannya sebagai pejabat istana, Li Cheng memeras rakyat di sepanjang perjalanan dan mendapatkan banyak uang.
 
Tidak jauh dari perbatasan Propinsi Guangdong, Li dan para pengikutnya tiba di sebuah lembah. Saat itu udara sangat panas dan mereka tidak dapat menemukan air untuk minum.
 
Li Cheng memerintahkan orang-orangnya untuk mencari air.
 
Saat itu Li melihat di atas tebing ada seorang gadis yang sedang memetik tumbuh-tumbuhan obat. Li menyuruh gadis itu turun untuk menunjukkan jalan.
 
Gadis itu melompat turun dari tebing yang tingginya mencapai 100 meter tetapi tidak cedera.
 
Li Cheng berseru, "Aku adalah pejabat kerajaan. Katakan dimana ada air!"
 
Gadis itu menjawab, "Tempat ini gersang dan bergunung-gunung. Di sini tidak ada air namun ada pohon buah plum di tebing-tebing. Engkau bisa memakan buah plum sebagai pelepas dahaga."
 
Li Cheng melihat ke atas tebing, dan melihat bahwa tebing itu sangat tinggi. Ia tidak dapat mencapai pohon buah plum itu.
 
Gadis itu dapat mengetahui apa yang sedang dipikirkan Li, dengan lemah gemulai ia melayang naik ke pohon plum.
 
Dipetiknya setengah keranjang, lalu melompat turun dan memberikannya kepada Li. Karena sangat haus, Li dan pengikutnya menghabiskan buah plum itu dengan cepat.
 
"Di mana tempat tinggal He Xiangu?", tanya Li Cheng kepada gadis itu.
 
Gadis itu menjawab sambil tertawa, "Ia berada dihadapanmu. Akulah He Xiangu."
 
Li berusaha untuk menangkap He sambil berkata, "Ikutlah denganku menemui Ratu."
 
Namun Li tidak berhasil menangkap He. Tiba-tiba ia merasa seluruh tubuhnya nyeri, mulutnya terasa panas dan berubah menjadi mulut babi. Kaki dan tangannya menjadi pendek dan kasar. Ia berubah menjadi makhluk aneh.
 
Li memerintahkan kepada para pengikutnya untuk menangkap He. Ketika saling pandang, mereka terperanjat.
 
Baru disadari bahwa Dewi He telah menunjukkan kesaktiannya. Mereka lalu bersujud minta ampun.
 
Dewi He berkata, "Kau telah menggunakan kekuasaan dan pengaruh Wu Zetian untuk melakukan kejahatan. Kau harus merangkak pulang ke Ibukota. Di sana kau akan kembali normal."
 
Dengan terpaksa Li Cheng meninggalkan semua uang yang diperolehnya dan mulai merangkak. Demi menghindari agar tidak dilihat orang, ia merangkak pada malam hari.
 
Setelah 6 bulan, mereka tiba di Ibukota. Ketika masuk Ibukota, Changan, mereka berubah kembali menjadi manusia biasa.
 
Ratu Wu sangat gusar mendengar laporan Li. Diperintahkan Li menangkap He Xiangu dengan membawa 100 orang pasukan berkuda.
 
Pasukan itu tiba di kota Zeng dan mengepung kediaman He Xiangu.
 
He Xiangu keluar dan berkata, "Li Cheng, aku tahu kamu diperintahkan untuk menangkapku oleh Ratu Wu. Apakah engkau akan menangkapku dengan paksa atau secara baik-baik?"
 
Karena Li mengetahui keahlian He Xiangu, ia memilih cara damai. He menyuruh Li menyediakan tandu untuknya.
 
Lalu He Xiangu menyerahkan keranjang dan cangkul yang bisa digunakan untuk mencari tanaman obat untuk dipakai di istana.
 
Cangkul dan keranjang itu sangat berat, sehingga Li Cheng terpaksa menyediakan dua tandu lagi untuk mengangkut cangkul dan keranjang itu.
 
Ketiga tandu itu sangat berat dan membuat orang yang membawanya bercucuran keringat. Li memerintahkan untuk bergantian membawanya.
 
Di tengah perjalanan, seorang pengemis yang kakinya penuh luka menghentikan iring-iringan dan meminta He Xiangu mengobatinya.
 
Karena He Xiangu meminta berhenti, dengan terpaksa Li menghentikan perjalanan.
 
Setelah mengobati orang itu, He naik kembali ke tandu untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota Changan.
 
Saat tiba di Ibukota, Ratu Wu segera memanggil He Xiangu menghadap di Ruang Kekaisaran.
 
Ketika Li Cheng menyingkap tirai tandu, ia sangat terkejut karena hanya terdapat sebuah semangka besar dalam tandu.
 
Ratu Wu memaki Li Cheng dengan penuh kemarahan, "Kau menipuku!" Lalu menteri itu dihukum mati di depan Gerbang Wu.
 
Pada saat itu terdengar suara tawa He Xiangu dan Li Tieguai yang sedang berdiri diatas awan.
 
Li Tieguai melemparkan selembar kertas kuning dan dipungut oleh Ratu Wu Zetian. Pada kertas itu tertulis, "Tidak ada obat umur panjang di dunia. Setiap kaisar akan meninggal pada waktunya."
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.