Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian >
 
He Xiangu dan Jembatan Pendaratan Kuda
 
Oleh: Cinthia
 
Di sebelah barat Tiantai di Propinsi Zhejiang, ada sebuah jembatan berbentuk bulan sabit yang dikenal dengan sebutan "Jembatan Pendaratan Kuda".
 
Menurut legenda, hiduplah seorang peramu obat yang rajin dan jujur di desa itu.
 
Sepanjang tahun, ia pergi memetik tumbuhan obat-obatan.
 
Sering ia harus memanjat tebing curam untuk mengumpulkan tanaman obat.
 
Suatu hari ia mendengar kabar bahwa Dewi He Xiangu tinggal di Gua Persik, tidak jauh dari desa itu.
 
He Xiangu terkenal ahli obat-obatan, sehingga peramu obat itu ingin meminta bimbingan He Xiangu.
 
Peramu obat itu pergi menuju Gua Persik. Setelah seharian berjalan, ia sampai di kaki gunung. Ia memanjat tebing gunung dan tiba di mulut gua.
 
Ia melihat dua orang sedang bermain catur. Karena tidak ingin mengganggu Dewa, ia memutuskan untuk berdiri dan melihat mereka bermain catur.
 
Setelah permainan selesai, He Xiangu menanyakan maksud kedatangan peramu obat itu.
 
"Aku datang ingin belajar banyak tentang tanaman obat dari Dewi He Xiangu", jawab peramu obat itu.
 
"Saya He Xiangu. Beribu-ribu jenis tumbuhan obat-obatan tumbuh di sekitar gua ini. Mari kuperkenalkan satu persatu", ajak Dewi He.
 
He Xiangu memberitahu nama-nama tanaman obat, sifat-sifat dan khasiatnya.
 
Waktu cepat berlalu dan langit mulai gelap.
 
"Li Tieguai dan aku punya janji. Kamu tinggal di sini malam ini dan aku akan mengirimmu pulang besok", kata He Xiangu.
 
Kedua Dewa itu pergi naik awan.
 
Satu malam telah lewat.
 
Keesokan harinya, sang peramu obat keluar dari gua dan menemukan dirinya dikelilingi oleh tebing-tebing curam.
 
Ketika ia ingin menuruni tebing, He Xiangu datang.
 
"Makanlah dahulu. Sesudah itu aku akan menyiapkan kuda untukmu", kata He Xiangu.
 
Peramu obat itu mendapatkan makanan yang luar biasa lezat sehingga membuat dirinya nikmat dan segar.
 
Dewi He memetik beberapa helai rumput dan mulai menganyam. Tidak lama kemudian terbentuklah kuda yang sepanjang lima inch.
 
Sambil memegang kuda itu, He Xiangu membaca mantera. Kuda rumput itu lalu berubah menjadi seekor kuda hidup.
 
Peramu obat mendapatkan cangkulnya sudah berkarat dan keranjangnya telah rusak. He menjelaskan, "Satu hari disini sama dengan beberapa tahun di bumi".
 
He menyuruh peramu obat itu menaiki kuda yang ada.
 
"Jalan!", perintah He Xiangu. Kuda itu langsung melesat bagaikan angin.
 
"Selamat tinggal Dewi He", seru peramu obat itu.
 
Tidak lama kemudian, peramu obat itu melihat jembatan di desanya. Kuda itu lalu mendarat dengan selamat di jembatan itu.
 
Setelah meringkik tiga kali, kuda itu terbang kembali ke gua.
 
Peramu obat pulang ke rumahnya, dan menemukan bahwa pagar rumahnya sudah runtuh, hanya tembok batas yang tersisa.
 
Penduduk desa berdatangan menemui peramu obat itu, namun tidak ada satu orang pun yang mengenalinya.
 
Akhirnya, seorang kakek tua dengan rambut putih beruban mengenali peramu obat itu. "Engkau sudah hilang bertahun-tahun. Orang-orang mengira engkau sudah meninggal", kata sang kakek.
 
Peramu obat itu menceritakan semua yang dialaminya kepada penduduk desa dan mereka terpesona.
 
Di kemudian hari, peramu obat itu mewariskan pengetahuannya kepada generasi selanjutnya.
 
Sejak itu, jembatan tempat peramu obat itu mendarat dinamakan "Jembatan Pendaratan Kuda".
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.