|
|
Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian > He Xiangu dan Bunga Teratai Oleh: Cinthia He Xiangu adalah penduduk asli desa Niujiao si sisi Sungai Huai. Orang tuanya meninggal ketika He Xiangu masih kecil. Ketika beranjak dewasa He Xiangu terpaksa bekerja pada Zhang Deli dan istrinya yang membuka sebuah restoran. He Xiangu harus bekerja dari fajar sampai tengah malam setiap hari. He Xiangu adalah seorang gadis yang baik hati dan sering memberi makan kepada orang miskin yang lewat tanpa sepengetahuan majikannya. Tuan dan nyonya Zhang adalah orang serakah dan kejam. Mereka selalu memukuli He bila ketahuan menolong orang miskin. Pada suatu hari, Zhang dan istrinya pergi. Meninggalkan He Xiangu dengan setumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan sendiri. Ketika sedang bekerja, tujuh orang datang dan meminta makanan kepada He Xiangu. Mereka tampak kurus kering dan pakaiannya compang-camping. He Xiangu merasa iba dan cepat-cepat memberi mereka masing-masing semangkuk besar susu kedelai. Dalam sekejap, mereka menghabiskan susu kedelai itu. Sesudah mengucapkan terima kasih, ketujuh orang itu pergi. Tidak lama kemudian, Zhang kembali dan menemukan susu kedelai yang ada hanya tersisa sedikit. He Xiangu terpaksa menceritakan apa yang terjadi. "Cari ketujuh orang itu dan bawa mereka kemari. Jika tidak, aku akan mematahkan kakimu", kata nyonya Zhang dengan penuh kemarahan. He Xiangu mencari ketujuh orang itu sambil menahan tangis. Tidak lama kemudian, ia menemukan mereka. He Xiangu menceritakan kepada mereka apa yang terjadi. Mereka bertujuh bersama He Xiangu kembali ke rumah Zhang. "Kalian semua, kembalikan susu kedelai itu kepadaku", bentak nyonya Zhang. Ketujuh orang itu memuntahkan susu kedelai ke wajan, dan setelah itu mereka pergi. Nyonya Zhang menampar He Xiangu dan berkata dengan marah, "Karena kau yang memberi mereka makan, maka hari ini kamu harus menggiling 50 liter gandum". Saat He sedang menggiling gandum, Lan Caihe masuk ke tempat penggilingan, ia menunjuk ke arah gandum itu dan merubahnya menjadi mie. He baru menyadari bahwa para pengemis itu adalah Dewa. Ia berlutut dan memohon kepada Lan Caihe agar ia diselamatkan dari neraka itu. Kemudian He Xiangu menyerahkan mie itu kepada Zhang. Zhang bukan merasa senang, melainkan naik pitam karena tidak berhasil menyiksa gadis itu. "Perempuan kurang ajar!", seru tuan Zhang, "Kau kuberi makan tetapi diam-diam menolong orang lain. Aku melarangmu makan apa pun hari ini". Kemudian He diseret ke tempat ketujuh orang memuntahkan susu kedelai tadi dan dipaksa untuk meminum muntahan itu. He terpaksa mematuhinya, tetapi ia langsung muntah ketika mencium bau muntahan susu kedelai itu. Lan Caihe lalu mengaduk muntahan itu dengan papan batu gioknya tiga kali dan berkata, "Nona He, maaf, tetapi kamu harus meminumnya juga". Ketika He meminumnya, muntahan itu berubah menjadi minuman susu kedelai yang lezat. Lan Caihe telah mengubahnya menjadi susu kedelai yang enak dan lezat. Siang itu banyak tamu datang ke rumah makan itu. Zhang dan istrinya menyajikan banyak makanan. Namun para tamu muntah-muntah setelah memakan makanan yang disajikan. Setelah diperhatikan, ternyata makanan itu adalah makanan sisa. Ketika nyonya Zhang melihat ke dalam panci, ia terkejut karena sayur dan daging yang dimasaknya telah berubah menjadi makanan sisa. Karena marah, Zhang memukuli pembantunya itu dengan saringan mie. He Xiangu memegang saringan itu erat-erat sehingga terjadi pergumulan di tengah jalan. Lan Caihe lalu membunyikan papan batu gioknya dan mulai bernyanyi, "Saringan, terbanglah ke Gunung Fenglai dan masalah ini akan selesai." Saringan itu lalu mengeluarkan sinar dan mulai terbang mengangkat Zhang dan He Xiangu. Zhang sangat takut dan berseru, "Dewa, tolonglah aku!" Karena gemuk, tangannya cepat lelah dan Zhang pun jatuh. Lan terus bernyanyi, "Walaupun engkau telah susah payah mengumpulkan uang, kau akan meninggal dalam kemiskinan." Setelah itu, Lan Caihe melayang ke udara menaiki awan dan pergi ke Gunung Fenglai. Di kemudian hari, He Xiangu bersama ketujuh Dewa lainnya menjadi Delapan Dewa. He Xiangu menjadi Dewa karena kebaikan hatinya. Ia satu-satunya wanita di antara Delapan Dewa. Ia berpenampilan halus dan lemah lembut, dan sering terlihat membawa bunga teratai yang dapat dipakai untuk mengobati orang sakit. |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber. Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved. |