|
|
Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian > Han Xiangzi Memperdaya Kaisar Oleh: Cinthia Negeri Tiongkok pernah dilanda bencana kekeringan panjang. Banyak penduduk yang meninggal karena kelaparan dan kedinginan. Sang Kaisar saat itu adalah seorang yang hanya mementingkan diri sendiri dan mencari kesenangan pribadi. Ia menindas rakyat dan merampas barang berharga milik rakyat. Suatu saat Han Xiangzi mengetahui bahwa kaisar sedang merayakan ulang tahunnya. Timbul keinginan Han Xiangzi untuk sedikit memberi pelajaran kepada Kaisar. Han Xiangzi pergi ke taman bunga dan bertemu Peri Seratus Bunga. Ia meminta agar sang peri bersedia memberikan sekeranjang bunga. Peri Seratus Bunga mengijinkan dan meminta Han mengambil bunga itu sendiri. Han Xiangzi mencoba memetik bunga, tetapi tidak bisa. Dicoba lagi, tetapi tetap tidak bisa. Sambil tersenyum, Peri Seratus Bunga akhirnya mengambilkan sekeranjang bunga untuk Han Xiangzi. Dalam sekejap, Han Xiangzi telah tiba di istana kaisar. Han mengubah dirinya menjadi seorang pendeta yang mencari derma. Penjaga pintu istana marah atas kedatangan Han dan mengusir dirinya. Melihat perlakuan kasar yang diterima, Han Xiangzi lalu meluncur naik ke atas gerbang dan terbang menuju aula istana dan turun di luar aula. Han Xiangzi masuk ke dalam aula dan melihat kaisar berada di aula bersama para pegawainya yang membawa hadiah. "Kamu tidak membawa hadiah?", tanya kaisar saat melihat kehadiran Han Xiangzi. "Aku datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Baginda", kata Han Xiangzi. "Kalau memang demikian, mengapa engkau tidak membawa hadiah?" "Inilah hadiah ulang tahun dari hamba", kata Han Xiangzi sambil mengeluarkan sebutir biji semangka. Kaisar marah, "Lancang! Beraninya kamu mempermainkan aku dengan sebutir biji. Pengawal, penggal kepalanya!" "Tunggu", kata Han Xiangzi, "Memang ini hanya sebutir biji kecil. Tetapi ia dapat menghasilkan buah semangka yang besar sebagai hadiah ulang tahun." Kaisar tidak percaya bahwa semangka dapat tumbuh pada musim dingin, "Kalau kamu berbohong, kepalamu akan kupenggal!" Han Xiangzi meletakkan biji tersebut di celah lantai istana, lalu menyiramnya dengan semangkuk air. Beberapa saat kemudian, tunas pohon semangka tumbuh dari celah itu. Tunas itu lalu berbunga dan berbuah, semangka bulat yang besar. Han memotong semangka tersebut untuk dimakan kaisar dan para pegawainya. Kaisar mengampuni Han dan memerintahkan agar Han membuat pertunjukkan yang lebih menarik. Seiring dengan suara suling, sekeranjang bunga yang ada mulai mengeluarkan asap, lalu muncul semangkuk mie. "Baginda, yang memakan mie ini tidak menjadi tua dan mati. Maukah anda memakannya?", tanya Han Xiangzi. Kaisar melahapnya dengan rakus. Namun sebanyak apa pun yang dimakan, kaisar tidak dapat menghabiskan mie yang ada. "Jika anda tidak mau memakannya, tarik saja keluar dan jangan dibuang", kata Han Xiangzi sambil menarik keluar mie yang telah dimakan kaisar. Han Xiangzi lalu mengambil 8 batang sumpit, dan berkata, "Datanglah dayang-dayang yang cantik!" Dalam sekejap 8 gadis cantik muncul. Kaisar terpukau kepada dayang-dayang yang cantik jelita itu. Mereka menari tarian "Selamat Ulang Tahun". "Hadiah ulang tahunmu paling indah. Aku akan mengangkatmu menjadi pejabat istana", kata Kaisar kepada Han Xiangzi. "Hamba tidak ingin jadi pejabat. Hamba hanya ingin emas dan perak" "Katakan saja berapa yang kamu inginkan, pasti kami berikan" "Satu keranjang ini pun sudah cukup" "Tidak ada masalah. Sepuluh keranjang penuh pun tidak ada artinya bagiku", kata kaisar. Lalu Kaisar memanggil menteri yang mengurus penyimpanan emas dan perak. Menteri itu membawa keranjang Han ke gudang penyimpanan. Hingga gudang itu kosong, keranjang Han belum terisi penuh. Kaisar memerintahkan untuk membuka lagi 8 gudang yang lain. Tetapi keranjang itu tetap belum terisi penuh walaupun semua gudang telah kosong. "Kemana kau sembunyikan emas permata itu?", tanya sang Kaisar. "Aku terbangkan ke udara", jawab Han Xiangzi. Kaisar menengadah, tetapi tidak melihat apa-apa. Saat kaisar sedang tercengang, Han Xiangzi terbang keluar istana sambil tertawa terbahak-bahak. Meskipun marah, Kaisar merasa tidak rugi karena mendapatkan 8 gadis cantik jelita sebagai penukar emas dan perak dari 9 gudang itu. Ketika sang kaisar memerintahkan gadis-gadis itu untuk menghibur dirinya dengan nyanyian dan tarian, mereka secara tiba-tiba berubah menjadi 8 batang sumpit. Dengan kemarahan meluap, Kaisar memerintahkan agar semua pintu ibukota ditutup untuk menangkap Han Xiangzi. Namun Han Xiangzi sudah berada jauh dari ibukota saat itu. Han Xiangzi lalu memberikan emas dan perak dari 9 gudang itu kepada penduduk yang membutuhkan. |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber. Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved. |