|
|
Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian > Han Xiangzi Melukis Naga Oleh: Cinthia Terdapat seorang bangsawan bernama Lai yang akan merayakan ulang tahunnya ke 60 tahun tidak lama lagi dan menginginkan perayaan ulang tahunnya meriah dan megah. Lai mempekerjakan beberapa seniman untuk menghias ulang ruang utama gedungnya. Setelah selesai, Lai menggantung sebuah layar di ruang utama dan menyuruh para seniman untuk melukis sesuai dengan bunyi sajaknya. "Bila lukisan ini sesuai dengan bunyi sajakku, aku akan membayar kalian semua 2 kali lipat, bila tidak kalian tidak mendapat apa-apa", kata Lai. "Gambar apa yang tuan inginkan?" "Harus benda yang unik dilukis di dalam layar ini. Namanya harus terdiri dari satu kata, benda-benda yang terdiri dari 2 jenis jangan dilukis, dan harus merupakan benda langka" Para seniman mula-mula melukis gambar dengan judul "Pohon Pinus dan Bangau yang Panjang Umur" Bangsawan Lai berkomentar, "Salah! Pohon pinus dan bangau adalah dua benda" Lalu mereka melukis seekor harimau. Kata Lai, "Harimau adalah binatang yang sering dilihat orang, itu bukan sesuatu yang langka" Karena tidak dapat melukis sesuai yang diminta oleh sang bangsawan, para seniman itu kehilangan upah mereka selama beberapa bulan. Tiba-tiba datang seorang pendeta muda. Pendeta muda itu menemui pemimpin seniman dan menanyakan permasalahan yang ada. Setelah mendapat penjelasan dari pemimpin seniman, pendeta muda itu mengatakan bahwa ia dapat melukis seperti yang diminta oleh Bangsawan Lai. Pemimpin seniman merasa sangat senang mengetahui hal itu dan meminta pendeta muda itu melukis sebuah sketsa dahulu. Pendeta muda itu meminta para seniman menyiapkan tinta. Meskipun tinta sudah banyak, namun pendeta muda itu mengatakan bahwa tinta masih kurang. Setelah tiga hari berlalu, para seniman telah menghasilkan 3 tempayan tinta. Pendeta muda itu mengatakan bahwa tinta sudah cukup. Tanpa membuat sketsa terlebih dahulu, pendeta muda itu mengambil sebuah sapu. Dicelupkannya sapu itu ke dalam tinta, lalu disapukan ke seluruh permukaan layar dengan sekuat tenaga. Perbuatan pendeta muda itu membuat layar yang semula putih menjadi hitam. Bangsawan Lai tidak menyangka bahwa tirai putih yang bagus itu akan dirusak oleh sang pendeta muda. Bangsawan Lai menyuruh pelayan-pelayannya untuk mengusir pendeta muda itu. Pendeta muda itu menjelaskan, "Aku belum menyelesaikan lukisanku. Layar ini harus ditutupi dahulu dengan kain, maka sebuah lukisan yang bagus akan muncul besok." Dengan menahan marah, bangsawan itu menyuruh agar layar itu ditutup dengan kain. Keesokan harinya, pada hari ulang tahun Bangsawan Lai, ketika tamu-tamu sudah berada di ruang tengah, pendeta muda itu membuka kain penutup layar. Gambar seekor naga yang sedang melompat di antara awan muncul di layar itu. "Sungguh gambar yang indah", seru para tamu. Pendeta muda itu berkata, "Naga adalah makhluk langka. Namanya hanya terdiri dari satu kata. Maka bayar kami sekarang!" Di hadapan tamu-tamunya Bangsawan Lai malu untuk mengingkari janjinya, ia membayar para seniman sesuai janjinya. Seorang tamu mengenali pendeta muda itu dan mengatakan bahwa pendeta muda itu adalah Han Xiangzi. Bangsawan Lai menjadi sangat gembira dan berkata, "Sungguh aku sangat beruntung, ada Dewa yang hadir dalam perayaan ulang tahunku." Belum selesai Bangsawan Lai bicara, Han Xiangzi meniup layar itu. Seketika itu terdengar suara guntur. Gambar naga di layar menjadi seekor naga hidup. Han Xiangzi langsung menunggangi naga itu lalu terbang ke angkasa. Han Xiangzi meninggalkan sebuah sajak pada layar yang berbunyi, "Kamu tidak dapat mengenali Dewa sejati. Orang kikir seperti dirimu tidak pantas memiliki naga." |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber. Copyright © 2000 - 2012 SiuTao. All rights reserved. |