Pengenalan
Ajaran & Filsafat
Kitab Suci
Dewa Dewi
Upacara & Ritual
Cabang Ilmu
Tempat Bersejarah
Tetesan
Goresan Pena
Tanya Jawab
Galeri

 
  Pengumuman
Diskusi Tao
Obrolan Bebas
Saran & Kritik

 
  Tempat Diskusi
Berita Gratis
Promosi
Link ke Kami
Sindikasi
Kanal
Bertukar Link
Links

 
  Bahasa Inggris
Forums Komunitas
Intan Dalam Debu
Kelenteng
Milis
Muditao
Tao-TSM

 
  Kerahasiaan
Pelayanan
Penghargaan
Sertifikat
Suara Anda
Tentang Kami
Hubungi Kami

 
  Dapatkan informasi terbaru langsung pada email Anda!

   Halaman Depan > Dewa Dewi > Ba Xian >
 
Cao Guojiu dan Saudagar Kain
 
Oleh: Cinthia
 
Pada suatu hari Cao Guojiu berkelana ke Bianliang, Propinsi Hebei. Cao tiba di sebuah dermaga Sungai Kuning. Bersamaan dengan dirinya, terdapat seorang saudagar kain dan seorang pembuat sapu yang berniat naik perahu.
 
Saudagar kain membawa tiga kotak barang. Pembuat sapu membawa satu kotak barang, sedangkan Cao Guojiu tidak membawa apa-apa.
 
Tukang perahu mengenakan biaya sebesar 30 keping kepada masing-masing penumpangnya. Namun karena saudagar kain membawa barang bawaan yang banyak, maka dikenakan biaya tambahan 30 keping.
 
Saudagar kain adalah seorang yang kikir. Dia bersikeras agar semua penumpang membayar biaya yang sama dengan dirinya.
 
Sambil menunjuk Cao Guojiu, pembuat sapu berkata, "Penumpang ini tidak membawa barang dagangan sedikitpun, maka biarlah ongkosnya dibagi antara kita berdua."
 
Tetapi saudagar kain tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
 
Karena tidak ingin perdebatan berlangsung lebih lama, Cao Guojiu membayar sebanyak 60 keping kepada tukang perahu.
 
Pembuat sapu yang merasa iba atas kemurahan hati Cao Guojiu, memaksa mengembalikan 20 keping kepada Cao Guojiu. Sedangkan saudagar kain diam saja, dia merasa puas bisa menyimpan sedikit uang.
 
Kekikiran saudagar kain membuat Cao Guojiu ingin memberikan sebuah pelajaran.
 
Saat perahu berada di tengah sungai, Cao Guojiu meniup ke arah barat laut. Dalam sekejap turunlah badai.
 
Perahu itu berputar-putar di tengah sungai dalam amukan gelombang.
 
Tukang perahu sangat terkejut dengan perubahan yang ada karena sebelumnya cuaca sangat bagus.
 
Gelombang terus menghantam dan mempermainkan perahu di tengah sungai. Lama kelamaan perahu kecil tersebut tidak mampu bertahan lagi.
 
Melihat keadaan berbahaya tersebut, tukang perahu meminta agar kedua penumpang membuang semua barang bawaannya.
 
Tanpa diminta kedua kali, pembuat sapu langsung melemparkan barang-barangnya ke sungai.
 
Namun saudagar kain tidak bersedia kehilangan barang bawaannya, bahkan tidak seorang pun diperkenankan menyentuh barang-barang tersebut.
 
Tukang perahu sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi perahu tetap terguncang keras dan hampir terbalik.
 
Ombak semakin mengganas. Perahu yang sudah hampir penuh terisi air mulai tenggelam.
 
Dalam kepanikannya tukang perahu berkata kepada saudagar kain, "Apabila engkau tidak bersedia melemparkan barang-barangmu maka aku akan menyelamatkan diriku sendiri dengan melompat ke sungai."
 
Saudagar kain tetap tidak bersedia, sehingga tukang perahu memutuskan untuk terjun.
 
Apabila tukang perahu meninggalkan perahu, maka semua penumpang dan barang bawaannya akan celaka. Maka disaat-saat terakhir, dengan terpaksa, saudagar kain membuang barang-barangnya ke sungai.
 
Karena beban berkurang, perahu tersebut dapat bertahan di tengah badai, yang semakin lama semakin reda, dan akhirnya terdampar di tempat yang dangkal.
 
Setelah badai reda, ke empat orang tersebut tidak dapat naik ke darat karena perahu berada jauh dari tepi sungai.
 
Tukang perahu kebingungan dan sibuk mencari akal.
 
Cao Guojiu meminta tukang perahu meminjamkan sebuah dayung kepada dirinya. Cao Guojiu lalu melemparkan bambu itu ke tepi sungai. Dayung tersebut segera berubah menjadi jembatan dan mereka selamat sampai di darat.
 
Ketika semuanya sudah naik ke darat, tukang perahu dan pembuat sapu mengucapkan banyak terima kasih kepada Cao yang telah menyelamatkan diri mereka.
 
Cao Guojiu berkata kepada pembuat sapu, "Angkatlah barang-barangmu!"
 
"Barang apa? Bukankah engkau melihat sendiri pada waktu aku melempar semua barang-barangku di tengah sungai tadi?", tukas pembuat sapu.
 
Cao Guojiu menunjuk dan berkata, "Bukankah itu barang-barangmu?"
 
Ternyata barang-barang pembuat sapu tertata dengan rapi di tepi sungai dan tidak ada yang rusak.
 
Pembuat sapu tidak mengira bahwa Cao Guojiu adalah seorang Dewa, maka ia pun berlutut berterima kasih.
 
Mengetahui hal ini, saudagar kain berlutut kepada Cao Guojiu dan memohon agar dia dapat memperoleh kembali barang-barangnya.
 
Cao Guojiu berkata, "Dengarlah nasihatku. Jangan kikir. Keuntungan kecil akan menimbulkan kerugian besar."
 
Lalu Cao Guojiu pergi.
 
  
 
 
Kerahasiaan - Pernyataan Pelayanan - Tentang Kami - Hubungi Kami
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau seluruh isi halaman ini tanpa ijin dari SiuTao dan mencantumkan SiuTao (http://www.siutao.com) sebagai sumber.
Copyright © 2000 - 2008 SiuTao. All rights reserved.